Sejarah Sekolah

SEJARAH SD TARAKANITA SOLO BARU

Why SD TARAKANITA SOLO BARU?

We serve education from Playgroup, Kindergarten, Elementary School , junior High School , Senior  High School as well as Vocational School in 58 school units spreading all over Indonesia from Bengkulu, Lahat, Tangerang, Jakarta, Centra Java . Yogyakarta and Surabaya.

Bela Rasa

safety dan hanya memiliki akses 1 pintu

Disiplin

Compassion

Creativty dan Conviction

Berkompeten dan Profesional

https://www.youtube.com/watch?v=w9CU9Y1Oz6w&t=7s

Articles Update

Semua Ada Maknanya

Ketika insan Pendidikan mulai merasa senang karena dapat mengikuti pembelajaran secara tatap muka setelah sekian lama mengikuti pembelajaran secara daring. Saat itu mereka sedang dalam tahap penyesuaian kembali dari situasi belajar secara daring menjadi komunikasi belajar secara langsung.

Belajar dirumahaja

Dewasa ini, dunia sedang dilanda musibah adanya wabah virus corona –19, atau yang lebih dikenal dengan COVID-19.

PANDEMI MELANDA NEGRI

Pada sebelum pandemi kami bisa bermain Bersama, belajar bersama tetapi pada bulan Juli tahun 2019, kami harus memakai masker, menjaga jarak dengan teman. Lalu kami libur selama 1 minggu kami senang karena bisa libur tapi libur itu mulai dari seminggu menjadi 2 minggu lalu 3 minggu kami di rumah merasa bosan tidak bisa bertemu denggan teman, bermain bersama, belajar bersama.

Our Events

Pentas Seni bersama SMI Surakarta Event Has Finished 26 Aug 2022 to 26 Aug 2022

KB TK SD SMP Tarakanita Solo Baru

Kegiatan pentas seni kali ini bekerja sama dengan sekolah musik Indonesia surakarta dalam rangka memerihakan HUT RI ke 77

Misa pembukaan Awal TAhun Pelajaran 2022-2023 Event Has Finished 22 Jul 2022 to 22 Jul 2022

Guru, karyawan, siswa dan orang tua murid

Misa dipimpin oleh RM. Eka NOvy Setyanta, Pr

Misa Novena Gua MAria Bintang Samodra Event Has Finished 15 Jul 2022 to 15 Jul 2022
Guru, Karyawan, Siswa dan umat sekitar

Misa dipimpin oleh RM. Ig Suharyono, Pr

MPLSPDB TP 2022-2023 Event Has Finished 11 Jul 2022 to 13 Jul 2022

Siswa Kelas 1 dan Mutasi

Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan lainnya. Cara penyampaian materi pendidikan perlu disusaikan dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis peserta didik. Ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu ditingkatkan dan diganti dengan cara belajar yang lebih sesuai dengan tingkat perkembangan kemampuan mental psikologis peserta didik.

Saat ini kita sudah memasuki masa new normal,sehingga  penyelenggaraan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan untuk pengenalan program kegiatan sekolah sarana dan prasarana yang ada di sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri dan pembinaan awal kultur sekolah. Disamping itu PLSPDB dilakukan sebagai upaya untuk menjembatani peserta didik mengenal berbagai kekhususan yang ada di jenjang pendidikan dasar, baik yang berupa lingkungan fisik, lingkungan sosial dan program belajar.

Webinar Bersama Kak Seto Event Has Finished 18 Sep 2021 to 18 Sep 2021

Orang tua murid

Webinar bersama kak seto bekerja sama dengan shinkenjuku

latest news

Imunisasi Anak Sekolah

Usaha peningkatan kesehatan bagi masyarakat khususnya anak sekolah oleh pemerintah terus digencarkan. Salah satu usahanya adalah meningkatkan pelayanan Gerakan Imunisasi Anak Sekolah. 

Kunjungan ke Desa Gedangan

Penerapan kurikulum merdeka mengajak pendidik dan siswa mengenal dunia sekitar secara lebih nyata. Pengenalan itu tidak hanya secara geografis, sosial dan budaya tetapi juga tentang sistem pemerintahan. Pemerintahan terkecil dan terdekat adalah Desa atau Kelurahan. Secata territorial SD Tarakanita berada di wilayah Desa Gedangan Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Oleh karena itu para siswa diperkenalkan dengan sistem pemerintahan Desa.

Bertoleransi dan Berbagi

Sering kali kita mendengar bahkan mengucapkan kata “toleransi”. Sebagai pendidik, orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain-lain sering juga menggemakan kata “toleransi”.